BUMERANG
CINTA
Oleh
: pani Nurjanah
Sinar
pagi tak selalu cerah, meski biasanya di sinari dengan sinar mentari, namun hari ini Nampak mendung, awan hitam telah mengelilingi langit nan
biru, rintik hujan pun
mulai membasahi genting – genting rumah, tanah
pun mulai menerima jatuhan air hujan
yang datang silih berganti, turun dengan
jalur yang teratur
hingga membuat kubangan air yang
memenuhi lubang – lubang
tanah , sehingga
membuat jalanan licin.
“ yah ujian pertama malah hujan ,,, “ keluh salah
satu gadis
cantik. Berkulit hitam manis. Berpostur tubuh tinggi, juga langsing, wajahnya yang oval, bibirnya yang tipis dan berhidung
mancung,
ia lebih di kenal dengan
sebutan anandra, lebih lengkapnya anandra Aulia septiani, siswa asal
jawa barat, tepatnya daerah bandung.
“em,, Don’t worry be happy,
tetap semangat donk, yuk
berangkat,,,” ajak seorang gadis bertubuh mungil, berkulit putih, namun tingginya masih kalah dengan anandra, wajahnya bulat, bibirnya
tipis,
hidungnya mancung. Ia hobby sekali menulis
cerita yang bersifat fiktif, sehingga banyak novel –
novel yang di
buatnya, namun masih
tertimbun di lemari karena belum ada yang diterbitkan.
Ia adalah teman dekat anandra, nama lengkapnya adalah sartika dwi salsabila,
lebih akrab di panggil
salsa.
Hari itu adalah hari pertama UN (
Ujian Nasional ) bagi siswa MA
AZ – ZAHRA
Jakarta pusat. Sekolah yang di
dirikan pada tahun 1996,
bisa di katakana belum begitu lama, sekolah ini bukan hanya
menyediakan sekolah tapi juga
ada asrama, yang mana setiap
siswa yang sekolah
di MA AZ - ZAHRA
maka di wajibkan
untuk
menempati asrama dan mengikuti semua peraturan dan kegiatan yang telah di tetapkan di asrama tersebut. Berbagai macam daerah
berkumpul disana, mulai dari jawa barat,
jawa tengah, jawa timur. dan daerah
lainnya.
Berbeda Bahasa, adat istiadat juga watak
yang tak jarang pula timbul perselisihan di Antara para
siswa hanya karna tingginya tingkat keegoisan. Namun, semua itu dapat
teratasi oleh para pengurus yang di
tugaskan untuk memanage siswa sehingga mencapai visi dan misi
yang telah di tentukan oleh lembaga.
Suasana islami mulai terdengar di depan
asrama saat para siswa tengah membacakan
asmaul husna sebelum Ujian Nasional di
laksanakan. Meski suasana dingin, Tapi semangat mereka tetap tinggi
karena ini merupakan masa -
masa penentuan untuk masa depan mereka, suasana itu bertahan
hingga hari terakhir. Setelah itupun buku – buku di
kemas di dalam
kardus yang siap di
terbangkan ke kampung
halaman masing – masing,
begitu pun dengan baju - baju dan peralatan lainnya. Masa – masa SMA
telah berakhir, putih abu
abu pun mulai
pudar, kini hanya tinggal kenangan. Namun, masih
ada satu tahap lagi untuk
bisa melangkah menuju tingkat
yang lebih Tinggi,
yaitu ujian praktek yang di
selenggarakan oleh pihak asrama,
adapun materi yang di
ujikan adalah kitab - kitab kuning, seperti kitab nahwu,
shorof, dan fiqih.
Untuk menciptakan siswa yang terdidik
dalam bidang agama,
guna memberi manfaat pada masyarakat.
“
bruuuuuuggggh “ oups
“
eh sorry .. “ kata seorang laki - laki berseragam putih abu – abu
“
ya … “ jawab salsa singkat, tanpa memandang seorang lelaki yang menabraknya itu, ia
pun segera melanjutkan
perjalanannya.
“ ahhhhh … “ kesal laki
– laki yang menabrak
salsa, setelah
salsa berjalan menjauhinya.
“ kenapa ,,,
???” Tanya heran alex sahabat karib “indra
dian pratama” laki – laki yang
menabrak salsa.
“ kesal saya
bro, saya sengaja nabrak dia,
tapi kamu lihat sendiri expresinya gimana,,, natap aja nggak… “ kesalnya.
“ ya ampun bray …
jadi kamu sengaja nabrak dia Cuma
mau dapetin perhatian dia …
kok bisa si .. mang kamu suka sama dia ??”
Tanyanya heran
“ iya … gitu deh
bro ..” jawabnya sedikit malu .
“ waw… !!!” respon alex kaget.
“ udahlah bro gak
usah so kaget gitu, yang
mesti kamu lakuin
sekarang adalah bantuin
aku gimana caranya biar tu
cewe bisa jadi milik kamu dalam waktu
singkat ini, sebelum kita get out
dari sekolah ini … oke!!!” ucapnya tegas dengan menepuk
pundak alex dan berjalan menuju kelasnya
“ ya elah bray ,,, trus gue harus gimana
...!!!” teriaknya dengan lari
kocar – kacir
mengikuti indra …
“
good luck untuk ujian
hari ini …” ucap seorang laki – laki gagah, itu
pada anandra dengan segera
bangkit meninggalkan bangku anandra,
setelah menyadari salsa berdiri di hadapannya.
Laki
- laki yang Berbadan
kekar dan berkulit
putih, dia adalah
teman satu group band
dengan anandra dan dia
adalah orang yang
telah berhasil menaklukan hati anandra. Anandra hanya mengangguk
di iringi dengan
senyuman manis di bibir tipisnya.
“
kenapa gak ada
hujan, gak ada petir
kok kamu senyum – senyum gitu
..” Tanya anandra heran.
Dengan penuh penasaran menunggu jawaban dari sahabat karibnya itu.
“
yeay apaan kamu, mang kalau aku senyum – senyum
gini pertanda ada bencana…!!!” protes salsa dengan sedikit kesal dan memajukan bibir tanda kesalnya.
“
sorry sorry . . gue khan bercanda doing kali sa
,,, !!!” anadra memperbaiki keadaan dengan menggandeng
tangan sobatnya itu.
“
aku tadi tabrakan sama di
ndra ,,,” bisik salsa di telinga
kanan anadra dengan
sumringah.
“
sapa ,,,dia???” Tanya anandra semakin penasaran, dengan mencoba
menebak.
“
iya … !!!” jawab salsa dengan
raut wajah yang semakin bahagia.
“
dian …???” anandra meyakinkan tebakannya yang dari tadi
ada dalam fikirannya. Salsa hanya mengangguk.
“trus
gimana ?”
“
aku Cuma bilang “ya” saat
dia minta maaf, trus
aku langsung pergi” jawabnya pelan.
“
salsa… salsa… !!!” jawab anandra kesal dengan respon salsa
pada lelaki yang
telah lama di kagumi
salsa.
“
ya … kasih respon atau nggak,
sama aja kan, toh
dia juga gak suka sama aku “ tanggap salsa dengan muka berkerut sedikit kecewa.
“
my the best friend, sartika dwi salsabila, kalau menurut
pengamatan saya, emmmm sepertinya dian itu
juga menyimpan rasa sama
kaya kamu” anandra
menebak – nebak.
“
ngarang ah …!!!” jawab salsa dengan terus membaca kitab sharafnya (amsilah)
“
iya memang ngarang sih,,, tapi coba kamu amati deh, aku
sering lihat dia
lihatin kamu setiap kamu lewat, terus dia juga suka nanya - nanya kamu kalau kamu gak ada
…!!!” terang anandra.
“
yeah nanyain aku apa
Cuma mau pdkt
ma kamu kali
… !!!” goda salsa pada sobatnya
itu.
“yey
kok jadi aku sih… gak lah mana
mau aku sama dia,
gak level kales…”
berontak anandra.
“ kalau memang nggak
biasa aja kales
kok jadi sewot gitu ..
apa jangan - jangan …..!!!”
salsa terus menggoda anandra.
“
apa… ???”
“
nggak bercanda kales” salsa
mengakhiri candaannya.
Obrolan
berakhir saat guru yang
akan menguji memasuki kelas dengan membawa
lembaran soal untuk ujian hari
ini, tanpa komando
para siswapun tenang dan duduk sesuai
tempatnya masing - masing.
@--{@_@}--@
“
hay .. cepat banget kamu
ngerjainrnya … !!!” ucap anandra mengagetkan salsa
yang tengah membaca buku kesukaannya yaitu psikologi
islam. Durasi waktu ujian
adalah 60 menit. Dan
salsa dapat menyelesaikan ujian dengan
durasi waktu 30
menit. Salsa hanya
tersenyum manis menanggapi
pujian anandra.
“
balik yuk ” ajak anandra.
“
duluan aja “ perintah salsa singkat
dengan
terus membaca bukunya.
“
nungguin siapa ?” Tanya anandra penasaran.
“
nggak ada, lagi enak baca
ni, tanggung paling 10 menit
lagi selesai” jawab salsa tenang, dengan menunjukan sisa lembaran buku yang belum
di bacanya, walaupun sesungguhnya alasan utamanya bukan itu.
“
oke, duluan ya ..” . anandra berjalan meninggalkan
salsa.
Salsa
melanjutkan kegiatannya yang sempat
tertunda, ia terus membaca
bukunya, namun, matanya tidak terfokus pada buku yang di
bacanya, ia mengawasi
satu – persatu siswa yang keluar dari kelas
sebelahnya, XII B. itu menandakan dia tengah menunggu seseorang, setelah 5 menit
berlalu, ia mulai bosan dan buku yang di
bacanya telah selesai
sampai lembaran akhir. Dia pun
mengeluarkan buku baru yang berjudul ” the secret ” dan mulai
membacanya dari awal. Tak lama dia membaca,
muncullah seorang laki – laki tinggi, berbadan kekar. Dan menghampiri gadis itu.
“hay
” sapa laki – laki itu.
“
ee … hay ” jawab salsa dengan expresi
wajah tetap dingin dan terfokus
pada buku yang di
bacanya, jantungnya berdetak begitu
kencang. Salsa Nampak grogi. Ketika
laki – laki itu duduk di samping
salsa.
“
baca buku apa?” Tanyanya
lagi. Salsa hanya menunjukan jilidnya bukunya, tanpa berkomentar sedikitpun.
“
oh … gimana ujiannya ?”
“
lancar lancar aja …” jawabnya singkat, salsa mulai tak karuan.
“
saya mau
ke asrama ..” ucapnya dengan menyimpan buku di
atas dadanya, sedikit ukiran senyum ia
berikan pada dian,
laki - laki yang duduk di
sampingnya itu, mengangguk dan membalas senyuman salsa
dengan sepenuh hati.
“
manis sekali “ ucap dian dengan
terus memandang salsa yang tengah
berjalan menjauh dari pandangannya. Ia tak beranjak pergi dan mengalihkan pandangannya sampai bayangan salsa benar
– benar tak terlihat lagi.
“
aduh … bt bt bt … kenapa dia datang
dan menghampiri aku, terus
duduk di samping
aku, nanya – nanya lagi .. “ gerutu salsa kesal.
“
tapi kamu senengkan …!!!” giliran anandra menggoda sahabatnya itu.
“
iya si, emang aku sengaja nungguin dia, sampai
dia keluar dari
kelasnya. Tapi kenapa harus di samperin segala, terus nanya – nanya lagi dan
yang bikin bt
nya lagi, bibir
aku gak normal, aku gak bisa
jawab pertanyaan dari dia coba
… aku nyesel ..!!!” kesal salsa pada dirinya sendiri. Dia terus mengadu
pada anandra, sambil merapihkan buku di
lemarinya.
“
oh .. jadi … pantesan kamu gak mau
pulang bareng… “ terjawablah rasa penasaran anandra tanpa dia harus mencari tahu seperti biasanya.
“
suuuttss jangan bilang – bilang ya … !!!” pinta salsa pada sobatnya yang sedikit comel itu. Biasanya dia bercerita
pada kekasihnya yang satu
kamar dengan dian.
“
aku sms dia dulu ya
,,,!!!”
“ eitss jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan” teriak salsa
dengan mencoba merebut handphone
milik anandra. Namun anandra terus menghindar dan menyelamatkan diri serangan
salsa. Tawa canda pun menyertai keduanya sahabat yang dari
pertama kali ke
Jakarta telah dekat
hingga sekarang seperti
saudara sendiri. Banyak orang menyangka
adik dan kakak
pada mereka, karena kedekatan dan keharmonisannya.
“
tuhan, jika engkau ijinkan aku tuk
bersamanya, dekatkanlah aku dengannya,
tetapkan lah hatiku, agar tetap menyimpan namanya, untuk menjaga
selalu hatiku agar
tidak berpaling, hingga engkau menghalalkannya
ya rabb, namun jika memang dia bukan
untukku, hapuskanlah semua rasa
saying dan cinta
ini secara perlahan,
ihklaskanlah hati ini
untuk melepasnya, dan kuatkanlah
hati ini ketika
dia harus bersanding dengan selain diriku ya rabb … engkaulah
sang pemilik cinta … ” do’a salsa
setelah menunaikan sholat tahajjud, ia pun bergegas untuk mandi
dan melaksanakan sholat subuh.
“ ndra lihat kitab safinah aku ?” Tanya salsa panik,
dengan terus mencari
- cari kitab berwarna coklat tua itu.
“ oh iya, kemarin di pinjam dian sa,,, ” teriak anandra dengan memakaikan bross bunga berwarna merah di
kerudung putihnya.
“ deg ,,, “ tiba – tiba jantung
salsa berdetak begitu kencang. Dia mencoba
menenangkan hatinya. Entah kenapa setiap
dia mendengar nama “ dian” lelaki yang di
kaguminya itu. Hatinya
selalu tak karuan.
“ loh , kok bisa… ???” protes salsa pada
anandra. Karena meminjamkan kitabnya tanpa ijin kepadanya
terlebih dahulu.
“ sorry sa, tadi malem dia pinjem
punya aku, tapi aku pake , punya kamu kan nganggur jadi ku pinjemin,,, tp
katanya udah di titipin ke dek Laila..” jelasnya dengan merapihkan
kerudungnya.belum sempat salsa kaluar dari kamar untuk mengambil kitabnya itu,
ternyata gadis bertubuh mungil, berbadan tinngi ideal telah berdiri di depan
pintu.
“ assalamualaikum … “ ucap gadis
imut yang lebih di kenal dengan sebutan Laila itu. Di iringi dengan senyuman
manis dan lesungnya yang lucu.r
“ ka ini ada titipan dari kak dian …
“ ucapnya dengan nada lembut ciri khasnya. Setelah salamnya di jawab.
“ oh iya terimakasih de ..” jawab
salsa ramah, dengan mengambil kitab coklat yang masih utuh tak ada perubahan,
sama seperti dulu. Di rabanya kitab itu dan di teliti lembaran – lembarannya.
“ kertas fail warna pink?” ucanya
dalam hati, ketika selembar kertas berwarna pink itu jatuh dari kitabnya itu.
Salsa semakin penasaran. Apa jangan – jangan … salsa mencoba menebak – nebak.
Assalamualaikum
…
Maaf sebelumnya jika datangnya
sepucuk surat ini mengganggu aktivitas kakanda.
Waktu
telah berganti, seiring dengan itu, Laila tak mampu untuk menunda waktu lagi,
setelah tempo yang kaka berikan telah barakhir dengan begitu cepat, lailapun
harus menjawab semua keinginan kaka.
Setelah
Laila pertimbangkan begitu matang, kehadiran kaka dalam kehidupan Laila
sangatlah saa harapkan, untuk mengisi ruang kosong di hati Laila,Laila sudah
sangat yaqin, tak perlu di pertimbangan lagi sesungguhnya, hanya tinggal
meyakinkan, dan hari ini Laila sudah sangat yaqin, kaka adalah orang yang
tepat, untuk melengkapi kehidupan saya, saya pun akan terus berusaha sekuat
kemampuan Laila untuk menjadi pasangan yang kakanda harapakan.
I LOVE YOU too kakanda DIAN …
Hari
ini, esok dan hingga akhir nanti. Amin …
Your love
Laila karomah anatasya …
“ I Love you TOO … “
Dadanya
tiba – tiba sesak, nafasnya tidak teratur, dia tidak percaya dengan semua yang
telah dia baca, ia coba menenangkan dirinya, sadar bahwa dian bukan siapa-
siapanya. Namun karena hati sudah terpikat oleh pesonanya, hati telah berlabuh
di hatinya dan apalah daya, cinta yang telah hatinya telah di penuhi oleh
sesosok laki – laki yang sangat dia kagumi. Ternyata telah mempunyai cinta yang
lain, telah ada nama seorang gadis yang telah menjadi pendamping hidupnya saat
ini. Tak terasa wajahnya memucat, matanya merah di penuhi bendungan air mata,
dadanya semakin sesak, nafasnya semakin tidak teratur, seperti kehilangan
inspirasi hidup.
“ apakah ini jawaban dari do’a ku ya
tuhan … ” lirihnya dalam hati, di simpannya kertas itu di dadanya. Berkali –
kali ia mencoba menahan rasa kaget dan sakitnya dengan mengusap dadanya,
menghela nafas panjang, dan berusaha menguatkan diri dengan menahan air mata
yang telah membendung, namun semua sia – sia, air mata pun tergores di pipinya.
“ sa ,, berangkat yuk ,, ” ajak
anandra menghampiri salsa yang tengah berdiri di depan lemarinya.
“ kenapa muka kamu kok pucat gitu …
” Tanya anandra melihat wajah salsa yang tidak seperti biasanya.
“ emm nggak, lagi sedikit gak enak
badan ndra …”
“ oh kalau gitu minum obat, aku
ambilin ya ..,” sarannya dengan bergegas menuju kotak obat yang terletak di
sebelah barat lemarinya, namun salsa segera menahannya.
“ gak usah,”
“
nanti kamu gak konsen ujiannya ,,,”
“ gak kok aku baik – baik aja ,,,
lagian ini juga ujian terakhir jadi walaupun berkepanjangan gak begitu
mengganggu …” jawabnya. Anandra tak bis amemeksa lagi, ia sedikit heran kenapa
sahabatnya itu tiba – tiba menjadi keras kepala, merekapun berangkat menuju
sekolah.
@(*__*)@
“ hay, boleh aku duduk disini … ” pinta seorang lelaki yang tiba – tiba dating menghampiri salsa, ketika dia sendiri sedang di kantin. Salsa hanya melihat sejenak dan kembali tertunduk ketika sadar bahwa lelaki yang menyapanya itu adalah dian. Tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh salsa, dian sudah berada di samping salsa.
“ hay, boleh aku duduk disini … ” pinta seorang lelaki yang tiba – tiba dating menghampiri salsa, ketika dia sendiri sedang di kantin. Salsa hanya melihat sejenak dan kembali tertunduk ketika sadar bahwa lelaki yang menyapanya itu adalah dian. Tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh salsa, dian sudah berada di samping salsa.
“ kenapa kok melamun aja …” Tanya
dian, mencairkan suasana.
“ nggak ” jawabnya singkat tanpa
melirik sedikitpun pada dian.
“ ini buat kamu …” katanya dengan
mengeluarkan coklat silverqueen. Salsa menatap dian sejenak, dia merasa heran.
Ada apa dengan dian sesungguhnya kenapa dia memberi perhatian lebih pada salsa,
bukankah dia sudah mempunyai pasangan.
“ berikan saja pada orang yang lebih
berhak ,,,” tolaknya dengan beranjak pergi.
“ berikan pada orang yang lebih
berhak ? maksudnya apa …” kata hati dian bertanya – Tanya. Ia pun segera
menghampiri anandra yang sejak tadi menunggu di belakang kantin.
“ nitip ini kasihin ke salsa …” ucap dian dengan raut muka yang acak – acakan,
dia meninggalkan anandra dengan kekecewaan.
“ oke …” -----------------------------
“
sa … ” ucap anandra dengan memberikan titipan dari dian.
“ ndra … ” katanya dengan memberikan
kertas pink milik dian. Anandra
menerimanya dan membacanya setelah meletakkan tas di atas Kasur dan
duduk di depan salsa.
“ aku yaqin pasti ini Cuma rekayasa
…” protesnya.
“ rekayasa apa ndra, udah lah mulai
sekarang jangan comblangin aku ma dian lagi, sekalian tu kasihin suratnya …”
ucap salsa dengan menyembunyikan kepalanya di bawah bantal.
------------------
Pagi
itu, salsa tengah mengemas pakaian yang masih ada di lemari, ujian telah
selesai semua. Kelulusan pun telah di umumkan hari itu pula, sekaligus wisuda
dan pelepasan siswa kelas XII, suasana hari itu begitu mengharukan, hari itu
merupakan hari terakhir semua siswa bisa berpapasan dan bertegur sapa, karena
esok dan seterusnya mereka mulai berjuang untuk memperjuangkan masa depan
mereka, ada yang hendak kuliah, ada pula yang hendak bekerja sebagai karyawan
dan lain sebagainya. Namun tidak bagi salsa, seorang anak yang lari dari rumah
dan menetap di sebuah panti asuhan, dia lebih memilih pulang ke panti, dan
melepas rindu pada ibu pengasuh, teman sebayanya dan adik- adiknya.
“
ndra … aku pulang ya …” ucap salsa setelah selesai merapihkan pakaiannya.
“
sa … aku akan sangat merindukan kamu …” ucap anandra dengan memeluk erat
sahabat sejatinya itu, kebersamaan selama 3 tahun, menjalin hubungan yang
harmonis. Suka dan duka canda dan tawa selalu menghiasi kebersamaannya. Dan
kini semua harus berpisah dan entah kapan mereka bisa bertemu kembali untuk
berbagi, bercerita tentang keluarga, tentang pria yang di kaguminya, tentang
pahit manisnya kehidupan, bahkan kedekatan bukan hanya terjalin Antara salsa
dan anandra tapi juga dengan keluarganya. Setiap pulang liburan salsa selalu
berkunjung ke rumah anandra atas permintaan anandra sendiri.
“
iya .. jaga diri baik – baik ya … jangan pernah berubah ya …” nasehat salsa.
“
kapan kita akan bertemu lagi ???” rengek anandra.
“
suatu saat nanti, saat kita telah berhasil mewujudkan mimpi – mimpi kita. Di
sana kita akan bertemu untuk berbagi dan bercerita seperti kemaren – kemaren,
oke ” ajaknya
“
tapi sa … bagaimana dengan dian … ”
“
ssuuusst ,,,, udah lah itu hanya masa lalu .. ”
“
udah ya aku berangkat dulu kalau kesiangan entar gak ada angkutan …. ”
tambahnya dengan segera meraih koper ungunya dan tas hijau muda di tangannya.
Dia pun berpamitan pada seluruh civitas academic di sekolah MA AZ – ZAHRA.
Salsa mulai melangkah meninggalkan
asramanya itu, perlahan ia berjalan selangkah demi selangkah, ia sedikit ragu
dan masih menunggu seseorang yang tidak di lihatnya sejak tadi, ia berharap ada
yang menahannya dan berharap orang yang ia sayangi selama ini memiliki perasaan
yang sama dengannya. Namun, lama dia menunggu tak kunjung datang pula, dengan
sangat terpaksa dia meninggalkan asramanya dengan hati kecewa ia menaiki mobil
yang sedari tadi menunggunya.
“ aku tidak mengerti tentang cinta,
sebenarnya apa itu cinta, apa yang di berikan orang yang mencintai kepada orang
yang di cintainya. Mengapa semuanya sama , aku hanya butuh seseorang yang dapat membuatku bahagia dan
berarti lebih dari siapapun, karena akupun punya hati ” renung salsa di dalam angkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar